Ch@iRuL_88’s

GlOb@L fOruM Se@rcher of Science

File Sharing dengan Samba

Posted by pegallinux007 on January 22, 2009

Samba Server

Awalnya cuma iseng-iseng bikin server buat data-center coba browsing taunya nemu yang namanya samba dan itu medukung banget buat file-sharing dan lebih secure pastinya, karena setiap folder yang didalam data-center harus menggunakan user dan password yang sudah ditentukan oleh Admin. folder tersebut bisa diakses dengan persyaratan mengubah/menulis(writelist) dan hanya membaca(read only)/(valid user) , akses untuk menyalin data (copy) bisa dibatasi (veto file)/dilarang seperti gambar,musik,aplikasi dll. dengan memasukan extension file tersebut. semua itu sudah tersedia di paket samba.

Ok langsung aja ke teknisnya install linux Suse 10.3 di pc , klo bisa pake PC yang support untuk server Coz paket server ini memerlukan spek yang tinggi dengan kapasitas harrdisk yang cukup besar. PC yang saya pakai intel xeon dengan harddisk 160Gb. Saya install custem aja, kemudian saya install Openssh-Server,Openssh-Client, samba server, samba client habis lah sekitar 1Gb. Installasi selesai baru masuk ke konsole untuk konfigurasi samba.

masuk ke konsole dengan user root dan password yang tadi dibuat untuk root, boleh menggunakan putty juga.

login as: root
Password:
Last login: Thu Jan 22 07:46:13 2009 from console
Have a lot of fun…
data-center:~ #

lalu bikin user dan password yang berfungsi untuk mengakses samba-server
data-center:~ # useradd qadar
data-center:~ # smbpasswd -a qadar
New SMB password: qadar
Retype new SMB password: qadar
data-center:~ # smbpasswd -e qadar
Enabled user qadar.
data-center:~ #

setelah itu edit smb.conf dan tambahkan script seperti dibawah, folder tersebut ada di folder /etc/samba/
data-center:~ # vi /etc/samba/smb.conf

# smb.conf is the main Samba configuration file. You find a full commented
# version at /usr/share/doc/packages/samba/examples/smb.conf.SUSE if the
# samba-doc package is installed.
# Date: 2007-09-22
[global]
workgroup = MDKGROUP
printing = cups
printcap name = cups
printcap cache time = 750
cups options = raw
map to guest = Bad User
logon path = %Lprofiles.msprofile
logon home = %L%U.9xprofile
logon drive = P:
usershare allow guests = Yes
add machine script = /usr/sbin/useradd -c Machine -d /var/lib/nobody -s /bin/false %m$
domain logons = Yes
domain master = Yes
local master = Yes
netbios name = data-center
os level = 65
preferred master = Yes
security = user
passdb backend = smbpasswd

[01.hrd]
comment = Data Hrd
path = /local/data/hrd
veto files =/*.mp3/*.db/*.avi/*.mpg/*.mpeg/*.exe/*.com/*.jpeg/*.gif/*.jpg/*.tif/*.bak/*.scr/*.ini/*.DLL/*.tmp/*.{*}/
writeable = yes
writelist = hrd,qadar
valid users = hrd,qadar
read only = no

[02.it]
comment = Data It
path = /home/data/it
veto files =/*.mp3/*.db/*.avi/*.mpg/*.mpeg/*.exe/*.com/*.gif/*.tif/*.bak/*.jpg/*.jpeg/*.scr/*.ini/*.DLL/*.tmp/*.{*}/
writeable = yes
writelist = it,qadar
valid users = it,qadar
read only = no

secara fungsi samba server sudah berjalan, namun belum bisa dipakai karena belum membuat folder sesuai alamat (path) penyimapanan data yang telah ditentukan.

Buat folder sesuai dengan alamat (path) yang telah ditentukan
data-center:~ # cd /home
data-center:/home # mkdir data
data-center:/home # ls
data
data-center:/home # cd /

Rubah file tersebut agar bisa diakses
data-center:/ # chmod -R 777 /home/data

selesai pembuatan samba-server anda tinggal mencobanya di windows dengan cara mencari nama server (hostname) atau alamat ip address (192.168.0.x) server tersebut.

setting user untuk samba bisa dibuat di gui juga tergantung lpensource apa yang anda gunakan dengan cara ketik yast/drakconf.

berikut fungsi” yang ada di paket samba:

netbios name = nama untuk akses samba
comment = inisial folder di samba
path = alokasi penyimpanan file/folder
veto files = akses yang tidak diperbolehkan masuk ke samba ex : /*.mp3/
writeable = hak akses untuk menulis (yes)
writelist = hak akses user untuk menulis,mengubah file ex : hrd,qadar
valid users = hak akses user untuk melihat/membuka saja file ex : hrd,qadar,it
read only = hak akses membaca (no)

itu mungkin baru sebagian dari system samba server, mingkin pada sesi berikutnya saya akan menjelaskan samba yang memakai quota.






2 Responses to “File Sharing dengan Samba”

  1. […] yang telah saya buat sebelumnya samba pada linux belum dilengkapi dengan quota. oleh karena itu, saya mencoba menjelaskan kembali samba […]

  2. […] samba server, samba client habis lah sekitar 1.2Gb. Rencana nya nanti bisa di share lewat samba. Setelah selesai install nya… saya utak-atik modem nya, saya pernah pake modem internal tapi […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: